|
(Jawa Timur) Sedikitnya 17 vendor dari proyek Jembatan Suramadu, yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009, hingga kini belum dibayar oleh Consortium of Indonesia Contractors (CIC) untuk proyek senilai Rp 100 miliar lebih.
"Kami memahami sisa dana dari pemerintah atas proyek itu belum cair, karena masih menunggu konsolidasi hasil audit BPKP dan Departemen Keuangan, namun kami meminta CIC mengusahakan terlebih dahulu, karena sudah 16 bulan kami menunggu tanpa kejelasan pembayaran," kata juru bicara 17 vendor, Moch. Thorieq.
Menurut dia, CIC harusnya sensitif memahami kompleksitas persoalan yang dihadapi 17 vendor, karena selain kegiatan bisnisnya terganggu akibat terlalu lama menunggu pembayaran, namun mereka juga ditagih terus-menerus oleh puluhan vendor yang ada di belakangnya.
"Kami terus-menerus ditagih oleh vendor di belakang kami. Mereka juga mengalami kesulitan keuangan. Ini sudah urusan perut, CIC harus tahu soal ini," katanya.
Dia menegaskan bahwa CIC yang terdiri atas empat BUMN yakni PT Adhi Karya, PT Hutama Karya, PT Waskita Karya, dan PT Wijaya Karya itu hendaknya tidak membebankan persoalannya kepada vendor.
"Kami 17 vendor sampai sekarang belum ada pembayaran sejak bulan Mei 2009," katanya.
Sejauh ini, ke-17 vendor masih bersabar menunggu "kesungguhan" CIC, tapi jika dalam dua minggu ke depan masih belum ada kejelasan dari CIC, maka pihaknya mengancam melakukan demo besar-besaran dengan melibatkan semua tenaga kerja ke-17 vendor dan tenaga kerja puluhan vendor yang ada di belakangnya.
"Ini soal hak dan perut. Belum lagi sudah mendekati lebaran," tegas Thorieq.
Selain itu, ke 17 vendor akan terus melakukan lobi-lobi melalui kekuatan politik, DPR RI, dan meminta dukungan dari Gubernur Jawa Timur untuk ikut melakukan tekanan kepada CIC, karena sebagian besar dari vendor proyek Jembatan Suramadu adalah perusahaan yang berbasis di Jawa Timur.
"Kami akan terus menagih hak kami," katanya.
Selama ini, pengerjaan proyek Jembatan Suramadu sepanjang 5,4 km dan senilai total Rp 5 triliun itu digarap oleh Consortium of Chinesse Contractors (CCC) yang terdiri dari China Road and Bridge Corporation (CRBC) serta China Harbour Engineering Consultant (CHEC).
Namun, sebagian proyek disub-kontrakkan kepada Consortium of Indonesia Contractors (CIC) yang terdiri dari PT Adhi Karya, PT Hutama Karya, PT Waskita Karya dan PT Wijaya Karya.
Pengadaan kontraktor dan konsultan dalam pelaksanaan pembangunan Jembatan Suramadu dilakukan melalui lelang dan seleksi ketat, sesuai dengan peraturan pemerintah berdasarkan paket pekerjaan. Demikian juga dengan puluhan vendor yang memasok peralatan kebutuhan proyek. |